Voltnesia.com - Bagi pengguna motor listrik, cara setting controller votol sepertinya sudah menjadi keharusan untuk mengetahuinya. Ibaratnya, controller merupakan jantung atau otak dari motor listrik yang mengatur semua ritme perjalanan dari kendaraan listrik tersebut. Kalian bisa setting RPM, setting berapa besar arus yang keluar, setting tegangan baterai yang dipakai, hingga penggunaan fitur dari controller votol. Mulai dari fitur mundur, high brake, low brake, p mode, hingga cruise.
Pada pembahasan kali ini, kami tidak hanya memberikan info cara setting controller nya. Melainkan mulai dari awal, cara mencari port USB dari votol. Yang belum punya software nya, silakan di dowload software controller votol, kami sudah bahas pada artikel sebelumnya.
Cara Setting Controller Votol
Jika kalian sudah memiliki software nya dan bingung kenapa tidak bisa terhubung, mungkin kalian salah dalam memilih port USB nya.
Gambar 1. Tampilan Depan Software Controller Votol
Pada port USB, pastikan COM nya sudah sesuai dengan USB Votol yang sudah dihubungkan ke laptop atau PC kalian masing-masing untuk men-setting controller nya. Jika kalian bingung, bisa lihat dalam pengaturan di laptop/PC kalian. Caranya mudah, cukup ketik "Device Manager" di kolom search laptop kalian, kemudian tinggal tekan ENTER. Nanti halama device maneger akan muncul.
Perhatikan pada kolom : COM (Port & LPT) baik sebelum USB votol dicolokkan ke laptop dan sesudah dicolokkan. Lihat, COM berapa yang baru, berarti COM tersebut merupakan komunikasi USB votol dengan software nya. Tampilan device manager nya seperti gambar di bawah ini ya.
Gambar 2. Tampilan Depan Device Manager
Jika sudah berhasil terhubung dengan software votol, maka tampilan depan software votol akan muncul angka-angka default. Mulai dari model/tipe controller votol yang kalian pakai, seperti votol EM30 sampai EM200. Jadi banyak variasnya ya.
Pada kolom baterai voltage, silakan sesuai dengan tegangan baterai yang kalian pakai. Jika 72V, silakan pilih tegangan 72V pada kolom battery voltage di software nya, maka anga-angka yang lain seperti undervoltage, overvoltage, dan lain-lain akan mengikuti sesuai dengan tegangan baterai yang dipilih.
Gambar 3. Page 1 Software Votol
Dalam gambar 3.1 di atas, contoh yang kami berikan adalah menggunakan baterai dengan tegangan 48v. Sehingga didapatkan angka overvolt, undervolt sebagaimana contoh gambar di atas. Untuk angka yang ada di form throttle sudah default saat berhasil terhubung dengan software, jadi saran saya tidak perlu diganti lagi.
Jika ingin mendapatkan tarikan gas spontas, bisa dikecilkan lagi start volt pada kolom throttle voltage set. Pada dasarnya, putaran throttle terbaca mulai di angka 0.8V. Anga default yang diberikan sebesar 1.24V merupakan angka yang wajar dan masih cukup.
Selanjutnya, kita akan masuk ke page 2, dimana page ini sudah penting. Kalian wajib mengubah beberapa parameter khusus demi menyesuaikan kebutuhan dinamo BLDC.
Gambar 4. Page 2 Controller Votol
Pada halaman kedua di software controller votol ini sudah cukup kompleks sekali nih pembahasannya. Tapi mari kita coba bahas satu-satu dengan bahasa yang santai, agar mudah dimengerti ya.
Flux Weakening Value
Banyak orang pasti penasaran, apa sih flux weakening itu? Kalau kita artikan dari bahasa inggris ke bahasa Indonesia, artinya adalah pelemahan magnet. Lalu fungsinya apa sih pelemahan magnet pada setting controller votol ini? Yaps, untuk mengejar top speed. Pada controller votol tipe EM50 ini, angka flux weakening nya adalah 2000 - 200.
Maksudnya angka 2000 itu apa? Sejauh yang kami pelajari, tidak ada satuan pasti. Jadi kami menganggap ini adalah kode unik khusus dari software votol untuk satuan pelemahan magnet untuk mengejar speed. Umumnya, angka ini bisa dinaikkan secara perlahan ya. Dari 2000 bisa ke 3000 sampai 4000 saja. Semakin besar angka flux weakening, menyebabkan dinamo cepat panas dan mosfet controller bekerja ekstra dalam switch. Disarankan menambahkan cooling system eksternal jika menaikkan angka tersebut.
Current Limiting
Khusus untuk bab current limiting, ini adalah batasan maksimal dari arus yang bisa dikeluarkan oleh controller. Contohnya pada controller votol Em50 ini, bisanya limit arusnya 50 Ampere, sesuai dengan tipe nya. Namun, jika tipe EM50S. Batasan arusnya bisa lebih tinggi sampai 60A. Ada juga EM50-4, biasanya batasan arus lebih tinggi hingga 80A.
Jadi khusus untuk form tersebut, bisa kalian sesuai dengan tipe dari controller votol ya. Peringatan, jangan melebihi dari batas arus standar dari tipe controller. Kelebihan arus bisa menyebabkan controller rusak.
Downhill Electric Brake Assist
Dalam form tersebut ada ceklis HHC dan HDC enable dan besaran RPM. Ini penting diceklis, besaran RPM tergantung spek dari dinamo BLDC. Semakin besar RPM, bisa kalian setting semakin besar juga. Namuun jika kalian tidak ceklis form HDC enable, maka putaran dinamo BLDC tidak ada limit di RPM nya, mesin akan berputar sekencang kencangnya dan mengejar sesuai settingan.
Three Speed
Bisa kita lihat ada beberapa pilihan persentase, dari yang low, middle, dan high. Dan semuanya dalam satuan persentase. Menariknya ada value yang harus kalian perhatikan. Pada kolom kiri terbaca angka 60 dan kanan 92. Artinya apa nih? Nah, khusus untuk kolom kiri yang terbaca 60, angka tersebut merupakan putaran RPM dari tarikan throttle. Contoh, kita setting BLDC dengan ceklis HDC di 1000 RPM dan sesuai dengan spesifikasi BLDC, maka RPM yang keluar untuk mode low 600 RPM saja.
Sedangkan kolom bagian kanan merupakan arus yang keluar dalam satuan persen. Pada kolom terbaca 92, berarti dari 40A yang kita setting di controller, hanya keluar 92% saja. Lalu yang paling bawah kok 0? Artinya ini tanpa limit, bisa dianggap 100% optimal.
Perlu diingat, ini tergantung user ya settingan three speed. Senyamannya pengendara motor listrik.
Gambar 5. Page 4 Software Controller Votol
Untuk halaman ke-3 ini pada dasarnya tidak terlalu banyak yang harus kita bahas. Kalian cukup memperhatikan angka jumla pole pair magnet yang ada di dinamo BLDC kemudian dibagi 2. Jika jumlah magnet pada dinamo BLDC itu berjumlah 52, maka pole pair yang kita isi adalah 26. Lalu tau dari mana sih pole pair? Bisa cek di spesifikasi BLDC atau kalian bisa tes manual dengan menghubungkan 2 fasa kabel BLDC dan putar perlahan.
Selanjutnya hall shift angle. Ini adalah awal arah putaran dari BLDC. Defaulnya kalian bisa mengisi mulai dari -60, 60, -120, 120. Bisa melenceng sedikit, namun tidak jauh dari angka tersebut. Kemudian jika arah putarannya kebalik dan hall shift angle nya -60. Maka kalian cukup ubah negatif menjadi positif 60 saja agar putaran BLDC menjadi maju.
Nah, part pertama kita cukupkan terlebih dahulu. Selanjutnya kita akan bahas port setting, biasanya port setting digunakan untuk mengetahui bagaimana cara mengaktifkan mode P. Biasanya ini dipakai untuk safety tambahan, agar saat motor listrik kontak on tidak langsung bisa digas, melainkan pencet tombol p baru bisa digas.
Emoticon