BLANTERVIO104

Pilih Inverter High Frequency atau Low Frequency ? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Pilih Inverter High Frequency atau Low Frequency ? Berikut Penjelasan Lengkapnya!
Kamis, 24 September 2026
inverter high frequency atau low frequency

Voltnesia.com - Inverter high frequency atau low frequency sih yang cocok dipasang untuk sistem PLTS rumah kamu? Pada artikel ini, kami akan mengulas apa saja kelebihan dan kekurangan dari kedua tipe inverter tersebut. Namun, kedua jenis inverter tersebut bisa dipakai dan aman untuk digunakan, hanya saja berbeda persepsi dalam keilmuan.

Sebelum lebih jauh, kita bahas dulu apa sih pengertian dari inverter pada PLTS. Inverter adalah otaknya dari sistem, yang mana tugas utama dia adalah mengubah listrik tegangan DC menjadi listrik AC, sesuai dengan listrik komponen rumah tangga.

Tidak hanya mengubah tegangan DC ke AC saja, ibaratnya otak. Inverter juga bertugas untuk mengatur/flow dari sistem PLTS. Contohnya kapan inverter berpindah ke PLN untuk backup, kapan harus cut off baterai supaya tidak over drain.

Selain itu, inverter juga berfungsi mirip AVR (Automatic Voltage Regulator). Supaya tegangan output AC yang dipakai untuk peralatan rumah tangga tidak drop. Dan masih banyak lagi fungsi atau pekerjaan dari inverter. Kalau dilihat, sangat powerfull sekali alat elektronik yang satu ini. 

Inverter High Frequency 

Baiklah, kita lanjut membahas terkait inverter high frequency terlebih dahulu. Inverter jenis ini menurut saya pribadi banyak sekali keunggulannya. Sepertinya memang versi upgrade dari inverter low frequency. 

Perbedaan yang paling mencolok antara inverter high dan low frequency ini jelas dari bobotnya. Sebagai gambaran, inverter low frequency dengan kapasitas 5kw bobotnya bisa mencapai 20kg sedangkan inverter high frequency 6kw tidak sampai 10kg.

Lanjut ke pembahasan selanjutnya. Inverter jenis ini juga memiliki tegangan input panel surya yang besar. Biasanya mencapai 450VDC hingga 500VDC. Jadi, jika kalian menggunakan panel surya 710wp, masih bisa dirangkai hingga 8 panel seri. Pastikan maksimal input MPPT juga ya di dalam inverter nya.

Selanjutnya, inverter jenis ini biasanya tersedia 2 slot MPPT. Jadi contohnya, kapasitas inverter 12kw memiliki 2 input MPPT. Masing-masing 6kw setiap MPPT. Jadi dengan kapasitas inverter 12kw, kalian bisa pasang total 16 panel surya kapasitas 710wp. 8 panel di input pertama dan 8 panel sisanya di input kedua, dan enaknya semua cukup dirangkai seri saja.

Hal yang paling krusial jika kalian memilih menggunakan inverter high frequency adalah kapasitas inverter dan rumah jangan mepet. Contohnya, rumah kalian kapasitas 5.500VA. Inverter high frequency jangan pilih yang mepet, seperti 6kw. Minimal pilih yang 8kw atau 12kw langsung. Kenapa? Karena rentang itu dijaga untuk mengatasi spike/lonjakan listrik peralatan rumah tangga. Biasanya lonjakan daya listrik terjadi saat pompa air dihidupkan.

Inverter Low Frequency


Pembahasan berikutnya adalah inverter low frequency. Jika bisa dikatakan, ini adalah inverter kelas badak sekali, awet, tangguh, tapi BERAT. Bobot terberat nya berada di kumparan trafo toroidnya ya. Fungsi utama dari kumparan toroid tersebut sudah sangat jelas, menjadi pengaman lonjakan daya berlebih pada komponen rumah tangga. 

Sebelumnya kita sudah membahas kenapa pilih Inverter high frequency setidaknya 2x kapasitas rumah. Supaya bisa kuat menahan lonjakan daya tersebut. Kalau inverter low frequency ? Tidak perlu! Karena dia punya kumparan trafo toroid yang kuat. Dia siap menerima kelebihan lonjakan daya di sana. Jadi, jika listrik rumah kalian 5.500VA, kalian bisa sekali pasang inverter low frequency yang 5.500Watt. 

Namun, hal yang harus kalian garis bawahi untuk kedua inverter baik high frequency atau low frequency adalah. Efektif kinerja dari inverter tersebut adalah 80%. Batas aman continue, jika lebih baik inverter low frequency sekalipun mosfet nya pasti tetap jebol.

Tapi ada hal yang krusial juga dari inverter badak ini. Voltage input panel surya nya kecil. Wajib dilihat ya, supaya kalian tidak salah dalam merakit panel surya sebelum masukin kabel panel surya ke inverter. Meskipun kapasitas besar 5kw, tegangan  input panel surya maksimal di 180v. Setara 3 seri dari panel surya, dan sisanya wajib paralel.

Jika panel surya banyak paralel, kurang bagus juga. Karena kabel panel surya wajib lebih besar dan harga lebih mahal juga jadinya. 

Hal yang perlu kalian ketahui adalah semua jenis inverter baik high atau low, keduanya masih bisa dipantau kok pakai wifi dongle. Supaya kalian bisa memantau kinerja dari sistem PLTS kalian. 

Tambahan terakhir, supaya inverter kalian tetap aman dan tidak overload saat dipakai. Saran yang bisa kami berikan adalah, tambahkan MCB output tambahan yang sesuai dengan kapasitas inverter. Mislanya inverter low frequency 5.5kw, aslinya dia bisa menahan sampai 25A. Tapi, supaya aman. Tambahin saja MCB output 20A supaya tetap terjaga di 80% efektif pemakaian inverter. 

Terus untuk kalian yang butuh inverter merk Zamdon, bisa hubungi kami dari tim STA Power Indonesia ya, kami bisa provide langsung karena kami merupakan reseller resmi dan tentunya akan memberikan diskon menarik. Terimakasih!
Share This Article :
Admin

TAMBAHKAN KOMENTAR

2449682248937879207